OJK Sulutgomalut dan FKIJK jadikan Tomohon Tuan Rumah BIK 2023

OJK Sulutgomalut dan Forum Komunikasi Industri Jasa KeuanganProvinsi Sulawesi Utara (FKIJK), saat Ngobrol Santai Bareng Media, siang tadi di kantor pusat BSG.

MANADO, 17 OKTOBER 2023 – Kota Tomohon, dipastikan menjadi tuan rumah dari puncak kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) se—Sulawesi Utara (Sulut), pada 20 Oktober hingga 21 Oktober mendatang.

 

Bacaan Lainnya

Ajang kolaborasi, antara Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara Gorontalo dan Maluku utara (Sulutgomalut), dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulut, akan di gelar 2023 di Alfa Omega Tower, Tomohon, dan akan dihadiri oleh Ketua Dewan Audit yang juga Anggota Dewan Komisoner OJK RI, Sophia Wattimena. “Puncak kegiatan BIK, akan dilakukan secara serentak di tiga Provinsi yaitu Sulut, Gorontalo, dan Maluku Utara pada tanggal 21 Oktober mendatang,” kata Kepala OJK Sulutgomalut, Winter Marbun, didampingi para kepala perbankan Sulut di Gedung Pusat Bank Sulutgo, siang tadi.

 

Puncak kegiatan BIK ini, jelas Winter akan diawali fun walk yang akan diikuti oleh pegawai LJK dan masyarakat umum. Selain acara BIK, pada bulan Oktober juga diselenggarakan World Investor Week (WIW) 2023, yang bertujuan untuk meningkatkan edukasi dan perlindungan bagi investor pasar modal. Disini, terang Winter, OJK bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulut, dan PT MNC Sekuritas Cabang Manado telah menyelenggarakan Kegiatan Edukasi dengan tema “No Worries to Invest!” di Universitas Klabat pada tanggal 12 Oktober mendatang. “Seluruh rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2023 ini ditujukan untuk berbagai segmen masyarakat, termasuk masyarakat umum, masyarakat 3T, komunitas, penyandang disabilitas, pelajar dan santri, pekerja migran Indonesia, IJK, dan pelaku UMKM,” tutur Marbun, di Ngoborol Santai Bareng Media.

 

Untuk itu, OJK SulutGoMalut mengajak semua pihak untuk bersama-sama mensukseskanBulan Inklusi Keuangan tahun 2023 ini, sehingga tujuan meningkatkanpemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan dapat tercapai dengan baik. Dia juga mengurai menindaklanjuti arahan Presiden RI, Joko Widod yang menetapkan target inklusi keuangan sebesar 90% pada akhir tahun 2024, maka diperlukan strategi literasi dan inklusi keuangan yang akan menciptakan masyarakat yang paham dalam hal keuangan dan sejahtera secara finansial.

 

Acara BIK, yang diadakan selama bulan Oktober, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk dan layanan jasa keuangan. Tema BIK tahun ini adalah “Akses Keuangan Merata, Masyarakat Sejahtera.” Rangkaian acara BIK mencakup berbagai kegiatan seperti fasilitasi pemberian kredit atau pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil dan mikro, pameran produk dan layanan jasa keuangan, kegiatan literasi keuangan, kampanye dan publikasi program literasi, penjualan produk dan layanan jasa keuangan berinsentif, serta recycling kepada Industri Jasa Keuangan di Sulawesi Utara. (graceywakary)

Pos terkait