Liando Harap Dua Putusan MK tentang Capres dan Cawapres Bisa Diberlakukan pada Pemilu 2029

Dr Ferry Liando.

MANADO, 16 OKTOBER 2023 – Dua putusan, Mahkamah Konstitusi (MK), yang dikeluarkan siang dan sore tadi, di Jakarta tentang kriteria pencalonan calon presiden (capres), dan calon wakil presiden (cawapres), menurut pengamat politik dan pemilu, Dr Ferry Liando, tidak segera digunakan dalam pesta demokrasi 2024 mendatang.

 

Bacaan Lainnya

Malah, dosen Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), berharap putusan MK, yang menyebutkan batas usia maksimal 40 tahun untuk capres dan cawapres, dan atau pernah menjadi kepala daerah minimal tingkat provinsi, kabupaten dan kota, digunakan oleh penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) pada pemilu 2029 mendatang. Pada MANADONES, Liando menjelaskan, putusan MK yang  mengubah syarat capres dan cawapres pada saat tahapan sangat tidak tepat. Pasalnya, mengutak atik aturan dalam UU Pemilu, pada saat tahapan pemilu sudah berjalan, tidaklah baik bagi demokrasi. “Mengubah norma UU Pemilu, pada saat tahapan tentu sarat dengan kepentingan politik. Jadi, sangat tidak etis, jika UU Pemilu diubah saat tahapan pemilu sudah berjalan,” jelasnya dalam WA sore tadi.

 

Dia juga mengurai bahwa, mengabulkan permohonan pemohon  saat resiko terberatnya adalah, konflik atau kerusuhan. Bisa jadi pemilunya terganggu karena berpotensi melahirkan banyak gejolak, putusan ini harusnya berlaku pada pemilu 2029, nanti, terangnya. Liando juga dengan detil mengungkap dua kesannya pada  putusan MK siang dan sore tadi, secara subtansi MK terangnya  telah memberikan ruang kepada semua warga negara untuk bisa menjadi capres dan cawapres. “Pembatasan syarat bagi capres dan cawapres sama halnya membatasi hakhak politik warga negara. Namun, dengan dilakukan penambahan frase  atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilu dan pilkada, ini membuka peluang, pada anggota DPRD atau kepala daerah yang berusia di bawah 40 tahun, memenuhi syarat,” ungkapnya.

 

Diapun memberikan masukan, di banyak negara, banyak presiden yang terpilih di bawah 40 tahun, seperti Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang terpilih ketika usianya 39 tahun, atau mantan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, yang terpilih ketika usianya 37 tahun. “Usia di bawah 40 tahun untuk menjadi capres, dan cawapres tidak akan mempengaruhi kepemimpinannya, karena dalam menjalankan pemerintahan akan di bantu oleh menteri, lembaga atau badan lain. Jadi tidak tepat disebut dibawah 40 tahun belum mampu menjalankan pemerintahan,” tegasnya.(graceywakary)

Pos terkait