PJ Bupati Tamuntuan Sampaikan Pengantar Nota keuangan Ranperda APBD Perubahan

  • Whatsapp
Suasana Rapat Paripurna kemarin di DPRD Sangihe saat penyampaian dari Pj Bupati Sangihe dr Rinny Tamuntuan.

TAHUNA, 28 SEPTEMBER 2022 – Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Sangihe, dr Rinny Tamuntuan menyampaikan Pengantar Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2022, dalam rapat paripurna yang dilaksanakan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa kemarin.

 

Bacaan Lainnya

Dalam, Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sangihe Josephus Kakondo ini, Pj Bupati Tamuntuan mengatakan, berdasarkan ketentuan pasal 177 peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2019, tentang pengelolaan keuangan daerah menyatakan, bahwa kepala daerah wajib menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah kepada DPRD.

 

“Disertai penjelasan dan dokumen pendukung untuk dibahas dalam rangka memperoleh persetujuan bersama. Dengan demikian pengajuan Ranperda Perubahan dan pendapatan dan belanja daerah TA 2022, merupakan amanat peraturan perundang-undangan yang harus dijalankan oleh kepala daerah,” ujar Tamuntuan.

 

Pemimpin perempuan ini kemudian menjelaskan, dalam menyusun perancangan peraturan daerah perubahan APBD TA 2022, telah didahului dengan penyampaian laporan realisasi sementara 1 tahun 202, serta perubahan asumsi dan kebijakan yang telah disepakati dengan DPRD melalui perubahan kebijakan umum anggaran dan prioritas platform anggaran sementara TA 2022.

 

Secara garis besar Perubahan APBD TA 2022 Tamuntuan mengungkapkan, pendapatan daerah yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD), pendapat transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Diproyeksikan sebesar Rp913.320.248.807, bertambah Rp.200.524.113.505, sehingga naik menjadi 0,28 %. Dibandingkan pendapatan daerah sebelum perubahan sebesar Rp910.796.135.302.

 

Belanja daerah, yang terdiri dari belanja operasional, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer daerah dianggarkan sebesar Rp1.190.433.419.769, bertambah Rp214.803.962.341, sehingga naik menjadi 22,02 %, dibandingkan belanja daerah sebelum perubahan sebesar Rp975.629.457.428.

 

Pembiayaan daerah, yang terdiri dari penerimaan pembiayaan, dari pengeluaran pembiayaan mengalami perubahan, yaitu penerimaan pembiayaan menjadi sebesar Rp278.113.170.962, bertambah menjadi Rp 213.279.848.836, sehingga naik menjadi 328,97 %. Dibandingkan sebelum perubahan sebesar Rp64.833.322.126. dan pengeluaran pembiayaan menjadi sebesar Rp1.000.000.000 naik 100 % dibandingkan sebelum perubahan sebesar Rp0. (Ryansengala)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *