Lanal dan PSDKP Tahuna Amankan Empat Nelayan Pengguna Kompresor

  • Whatsapp
Hasil Lanal Tahuna dan anggota PSDKP dalam operasi gabungan di Pantai Tariang Baru Tabukan Tengah.

TAHUNA, 26 AGUSTUS 2022 – Diduga, telah melanggar Undang-undang nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan, empat oknum nelayan penangkap ikan dengan kompresor, diamankan Intel Lanal Tahuna dan anggota PSDKP dalam operasi gabungan di Pantai Tariang Baru Tabukan Tengah.

 

Bacaan Lainnya

Kepala PSDKP Tahuna Bayu Suharto ketika di temui sejumlah awak media kemarin, menjelaskan dalam operasi gabungan bersama dengan Lanal Tahuna, mereka  mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada beberapa orang nelayan yang menangkap ikan menggunakan alat bantu yang dilarang seperti kompresor.

 

“Kami, mengamankan keempat nelayan tersebut atas dasar Undang-undang nomor 45 tahun 2009, tentang Perikanan, dimana dalam pasal 9 junto pasal 85 ayat 1 menyebutkan bahwa setiap orang dilarang melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan alat bantu atau alat tangkap yang terlarang. Nah, alat bantu yang terlarang dalam kasus ini adalah kompresor,” kata Bayu.

 

Lanjunya lagi, sudah ada edaran dari Bupati Sangihe pada bulan Februari tahun 2018, bahwa setiap masyarakat dilarang untuk menangkap ikan dengan menggunakan alat bantu atau alat tangkap yang dilarang, dengan tujuan untuk menjaga kelestarian terumbu karang.

 

“Mari kita jaga kelestarian sumber daya pesisir perairan, menangkap ikan dengan Kompresor dan Racun sianida itu dapat merusak ekosistem perairan, ungkap Bayu sembari menegaskan bahwa proses akan terus berlanjut menunggu dari pihak penyidik PSDKP Tahuna.

 

Sementara itu, Danlanal Tahuna melalui Pasi Intel Lanal Mayor Laut (E) Cornelis Dehocman mengatakan pihaknya akan terus bekerja sama dengan semua instansi teknis terkait untuk mengamankan perairan Sangihe. “Kami, akan terus melakukan operasi rutin di setiap perairan Sangihe baik kita mendapatkan informasi atau tidak, karena hal seperti ini di Angkatan Laut itu juga dilarang, maka ketika kami temukan akan kami beri peringatan tegas,’ jelas Cornelis. (Ryansengala)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *