Dispar Talaud Ungkap Spot Sejarah Perang Dunia Kedua ada di Bawah Lautnya

  • Whatsapp

Foto: GodlifeLatjandu

MANADO, 30 JULI 2022 – Kabupaten Kepulauan Talaud, dikenal juga sebagai salah satu kawasan beranda terdepat tanah air, ternyata memiliki puluhan kawasan wisata bawah air yang memiliki sejarah perang dunia kedua.

Bacaan Lainnya

 

Menurut, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Talaud, Stevenheiner Maharisit pada MANADONES, spot spot ini adalah kapal perang dan pesawat tempur yang karam atau jatuh di dalam laut Talaud, miik angkatan perang Kerajaan Jepang yang digunakan saat perang dunia kedua. “Dan, badan pesawat dan kapal perang tersebut masih utuh dalam arti masih terlihat belum terlalu keropos. Salah satu nya, lengkap dengan kerangka salah satu pilot pesawat tempur,” ungkap Kadis Stevenheiner.

 

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Talaud, Stevenheiner Maharisit dan Owner dari Paradise Dive Center (PDC), Godlife Latjandu (Kanan), usai melakukan pemantauan spot baru di Talaud belum lama ini.

Dia juga menerangkan, bahwa kawasan laut Talaud juga memiliki pesona khas laiknya kawasan unggulan pariwisata di Indonesia dan dunia. Pasir putih, dan rangkaian koral sehat, disebutkannya amat mudah ditemui di spot spot unggulan, temuan Disparbud Talaud yang bekerja sama langsung dengan Paradise Dive Center (PDC).

 

“Kami memang menggadeng PDC, karena mereka satu satunya Diving Center yang ada dan dikelolah langsung oleh putra daerah, Godlife Latjandu,” terangnya.

 

Latjandu sendiri, menyebut prospek pariwisata Talaud amat baik, karena itu dia mendukung penuh program yang disiapkan oleh Dispar. “Tempat kami amat menarik, dan dibutuhkan sinergitas antara pemerintah dan kami sebagai pengelolah kegiatan usaha yang bergerak dibidag pariwisata bawah laut,” tambah salah satu fotografer underwater andalan Sulut, yang memiliki tujuh sertifikat selam sebagai instruktur selam.

 

Ditambahkan Latjandu, ada sekira 20 spot selam baru yang memiliki karakteristik dan pesona uniknya. “Jadi selain spot sejarah dunia, kami juga memiliki kawasan spot dugong dan kawasan gunung api bawah laut,” tambah mantan anggota Marinir TNI AL ini. (graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *