KRI Ajak 653 Milik TNI AL dan RP Ramon Alcaraz PS—16 Hadir di Corpat Philindo XXXVI –22

  • Whatsapp
KRI Ajak bernomor lambung 653 akan ambil bagian dalam kegiatan Coordinated Patrol (Corpat) Philippines Indonesia (Philindo) XXXVI -- 22.

MANADO,  JULI 2022 – Kapal REPUBLIK Indonesia (KRI) Ajak bernomor lambung 653, milik TNI AL dan kapal patroli lepas pantai milik Angkatan Laut Filipina, RP Ramon Alcaraz PS—16 akan menjadi dua kapal yang menjalan latihan terkordinasi bersama dalam Coordinated Patrol (Corpat) Philippines Indonesia (Philindo), kali ini.

 

Read More

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II, Laksamana muda TNI dr TSNB Hutabarat MMS, yang juga sebagai Ketua Indonesia Border Committe (IDBC), menyebutkan secara langsung keterlibatan dari KRI Ajak 653 dalam misi latihan penjagaan keamanan laut bersama ini, bersama dukungan dari RP Ramon Alcaraz PS—16 milik Filipina.

 

“Kedua kapal perang tersebut, nantinya akan bergerak menuju daerah operasi dalam sebuah konvoi, maupun formasi yang akan diisyaratkan.  Kemudian, melaksanakan latihan dan dilanjutkan dengan melaksanakan patroli terkoordinasi, di daerah operasi masing-masing negara,” kata Pangkoarmada II kemarin sore dalam Press Conference dengan media.

 

KRI Ajak –653 , termasuk jenis kapal cepat torpedo di bawah satuan kapal cepat Koarmada II. KRI ini,  merupakan kapal keempat dari kapal perang jenis Kapal patroli kelas Andau milik TNI AL. “Dan dikenal juga sebagai kapal cepat torpedo. Dimana dia bertugas sebagai elemen pemukul musuh, baik di permukaan maupun bawah permukaan termasuk sebagai kapal pendeteksi anti-kapal selam,” jelas Dispen Lantamal VIII yang masuk sebagai bagian Humas Corpat Philindo XXXVI –22 , Mayor Laut KH Samuel Pontoh.

 

Selain itu, pada tahun 1989, KRI Ajak masuk sebagai bagian dari Satuan Kapal Cepat Armada Timur TNI-AL, di Surabaya. Kapal ini, memiliki panjang 58,1 meter, lebar 7,6 meter, dan draught 2,95 m. Pada beban penuh memiliki bobot 445 ton. Memiliki dua mesin diesel MTU 60V 956 TB92 yang memiliki kecepatan maksimal 27 knot dengan daya jelajah 2.200 mil pada kecepatan 27 knot, atau 6.000 mil pada kecepatan 15 knot.

 

KRI ini juga memiliki persenjataan seperti dua tabung peluncur torpedo 533 milimeter (20,98 in), dibekali dengan torpedo berpemandu AEG SUT (Surface & Underwater Target) yang pada kecepatan 23 knot torpedo ini dapat menghantam target berjarak 28 km.

 

Kemudian, satu meriam Bofors SAK 57/70 berkaliber 57mm dengan kecepatan tembakan 200 rpm, jangkauan 17 Km untuk target permukaan dan udara dengan pemandu tembakan Signal LIROD Mk. 2. Satu Meriam Bofors SAK 40/70 berkaliber 40mm dengan kecepatan tembakan 300 rpm, jangkauan 12 Km untuk target permukaan dan udara. Ada juga, dua kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 km untuk target udara.

 

Kapal Ramon Alcaraz milik Angkatan Laut Filipina akan join patrol dalam kegiatan ini juga.

Sementara itu, RP Ramon Alcaraz (PS-16) adalah kapal kedua dari kapal patroli lepas pantai kelas Gregorio del Pilar milik Angkatan Laut Filipina. Dari 1968 hingga 2012, ia dikenal sebagai USCGC Dallas dan melayani Penjaga Pantai Amerika Serikat sebagai pemotong dengan daya tahan tinggi.

 

Ramon Alcaraz menggunakan aplikasi kapal dari mesin jet turbin gas pesawat dengan penggunaan baling-baling pitch yang dapat dikontrol. Dia dilengkapi dengan dua turbin gas Pratt & Whitney [12] 18.000 tenaga kuda (13.000 kW) dan dapat mendorong kapal dengan kecepatan hingga 28 knot (52 km/jam).

 

Ramon Alcaraz juga memiliki dua mesin diesel Fairbanks-Morse [12] 3.500 tenaga kuda (2.600 kW) , yang mampu menggerakkan kapal secara ekonomis dengan kecepatan 17 knot (31 km/jam) hingga 14.400 mil laut (26.700 km) tanpa pengisian bahan bakar. [12] Unit propulsi busur yang dapat ditarik/diputar memberikan kemampuan manuver dalam situasi yang ketat.

 

Sebelum diserahkan ke Angkatan Laut Filipina, kapal ini dipersenjatai dengan meriam utama Compact Mk.75 Oto Melara 76 mm , dua meriam rantai Bushmaster Mk.38 25 mm di bagian tengah kapal, dan sistem CIWS Phalanx di bagian belakang. [13] CIWS dan meriam rantai disingkirkan sebelum diserahkan, dengan meriam Mk.75. (graceywakary)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *