Pangkoarmada II sebut Penyebab Corpat Philindo Tidak Digelar Tahun 2020 dan 2021

  • Whatsapp
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II, Laksamana muda TNI dr TSNB Hutabarat MMS, dan Comandant Eastern Mindanao Command (Eastmincom), Lieutenant General Greg T Almerol dalam konfrensi pers sore tadi yang dihadiri MANADONES.

MANADO, 5 JULI 2022 – Kerjasama, melalui latihan angkatan perang dua negara, Indonesia dan Filipina yang dikenal dengan sebutan Coordinated Patrol (Corpat) Philippines Indonesia (Philindo) XXXVI — 22, digelar.

 

Read More

Ini, dikatakan langsung oleh Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II, Laksamana muda TNI dr TSNB Hutabarat MMS, yang juga sebagai Ketua Indonesia Border Committe (IDBC)  pada media, usai membuka secara resmi kegiatan ini di Swissbel Hotel Manado sore tadi.

 

Dia menyebut, kegiatan kerja sama ini sudah ada sejak tahun 1956, yang tertuang dalam agreement tentang border crossing kedua negara, yang kemudian diteruskan pada tahun 1961 melalui join latihan bersama antara Angkata Laut Republik Indonesia (ALRI) kini TNI AL, dengan angkatan laut Filipina. Pada, tahun 1975  dalam Border Crossing Agreement dibentuklah Komite Perbatasan Indonesia Filipina.

 

“Pertemuan, Corpat Philipindo dilakukan empat kali dalam setahun. Tetapi, sudah dua tahun, kegiatan ini tidak kami lakukan, kecuali join patrol kedua negara di perbatasan masing masing, tanpa tatap muak seperti saat ini,” kata Pangkoarmada II, sembari menyebut bahwa ini disebabkan oleh pandemi Covid –19 yang melanda dunia.

 

Sementara itu, pimpinan angkatan laut Filipina yaitu Comandant Eastern Mindanao Command (Eastmincom), Lieutenant General Greg T Almerol yang juga sebagai Ketua Philippines Border Committee (PHBC). Mengungkapkan rasa senangnya, bisa kembali melakukan pertemuan secara tatap muka di Kota Manado.

 

“Kami sangat senang bisa kembali melakukan pertemuan dan kegiatan latihan bersama sama lagi, terutama kegiatan tatap muka. Pandemic membuat kegiatan ini terhenti selama dua tahun. Latihan bersama ini juga sangat penting untuk menjaga keamanan perbatasan kedua negara, dalam hal ini Indonesia dan Filipina,” jelasnya, sambil menambahkan bahwa kordinasi keamanan ini penting, untuk menekan aksi aksi illegal yang melanggar hukum kedua negara seperti terorisme dan pembajakan di laut perbatasan kedua negara.

 

Sementara itu, sebelum kegiatan pembukaan sore tadi, sudah digelar juga kegiatan kunjungan kehormatan, upacara pembukaan, olah raga bersama dan city tour.   (gracey wakary)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *