BPJS Ketenagakerjaan Telah Bayarkan Rp443 M untuk Manfaat Program Selama Setahun di NTB

  • Whatsapp

MANADO, 5 JULI 2022 – Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin menyerahkan santunan program BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK), senilai Rp443 miliar secara simbolis, yang diterima oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah.

 

Read More

Dalam sambutannya, Wapres Amin menyampaikan berbagai bantuan yang diserahkan merupakan komitmen dan kewajiban pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang memang tidak mampu, selain itu juga untuk mendukung pemberdayaan agar nantinya masyarakat bisa mandiri.

 

“Semoga, pemerintah bisa terus memberikan santunan- santunan perlindungan sosial, pada masyarakat yang miskin di mana pun berada termasuk di NTB ini, melalui Kementerian Sosial dan BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Maruf Amin, didampingi langsung oleh Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo, dan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddi.

 

Selanjutnya Anggoro Eko Cahyo, kembali mengungkapkan kegiatan ini adalah bukti hadirnya negara, untuk memberikan kepastian akan jaminan sosial kepada seluruh pekerja Indonesia. “Hari ini bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyerahkan santunan kepada 10 ahli waris peserta BPJAMSOSTEK yang mendapatkan hak jaminan sosial berupa santunan program JKK, JKM, JHT dan JP serta manfaat beasiswa pendidikan untuk 5 orang anak,” jelasnya, seperti yang dikutip MANADONES dalam siaran pers BPJAMSOSTEK malam tadi.

 

Anggoro melanjutkan, pada periode selama setahun ke belakang, atau sejak Juni 2021 lalu tercatat manfaat beasiswa pendidikan maksimal yang pihaknya berikan senilai Rp21 miliar kepada 343 anak yang berhak di NTB.

 

BPJAMSOSTEK merupakan institusi yang diberikan mandat oleh undang- undang untuk menyelenggarakan 5 program demi kesejahteraan pekerja dan keluarganya, yaitu program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

 

Menurut data BPJAMSOSTEK, jumlah tenaga kerja yang sudah terlindungi BPJAMSOSTEK di Provinsi NTB per Mei 2022 sebanyak 392 ribu tenaga kerja atau sekitar 24% dari tenaga kerja yang ada, dimana masih ada sekitar 1,2 juta lagi tenaga kerja yang belum terlindungi.

 

Menutup keterangannya, Anggoro mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Pusat dan Daerah, serta kesadaran yang tinggi dari perusahaan atau badan usaha dalam mendaftarkan tenaga kerjanya menjadi peserta BPJAMSOSTEK.

 

“Kami mengajak kepada seluruh pekerja dan pemberi kerja untuk memastikan dirinya terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan, karena dengan memiliki perlindungan, pekerja dapat bekerja dengan fokus, keluarga di rumahpun bisa tenang, demi mewujudkan masyarakat Nusa Tenggara Barat yang produktif, mandiri dan sejahtera,” pungkas Anggoro.

 

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sulawesi Utara Sunardy Syahid mengatakan penyerahan santunan kepada ahli waris yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden ini, adalah salah satu bentuk bukti nyata komitmen pemerintah dalam hal mensejahterakan seluruh pekerja Indonesia.

 

“Semoga santunan yang diberikan dapat bermanfaat bagi ahli waris. Untuk itu pentingnya keikutsertaan diri dalam program BPJS Ketenagakerjaan adalah hal dasar yang wajib dimiliki oleh seluruh pekerja. Bukan hanya memberikan kepastian jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga memberikan jaminan manfaat kepada ahli waris peserta,” tutup Syahid. (gracey wakary)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *