BI Optimistis di Tahun 2022 PE Sulut di 4,5 – 5,5 %

  • Whatsapp
banner 468x60

MANADO, 24 NOVEBMBER 2021 – Turunnya jumlah kasus Covid –19 di Sulawesi utara (Sulut) sejak Februari lalu dan percepatan vaksinasi, menjadi beberap indikator capaian pertumbuhan ekonomi (PE), di 2022 mendatang.

 

Read More
banner 300250

Dimana dalam Acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, bertemakan Bangkit dan Optimis: “Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi”, yang digelar secara nasional dan virtual pagi tadi, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut, Arbonas Hutabarat mengungkap data-data indikator perekonomian terkini.

 

Dimana, BI Sulut memperkirakan  PE Sulut  menguat pada tahun 2021 yaitu akan berada pada kisaran 4,2% s.d 5,0% (yoy) dan terus menunjukkan perbaikan pada kisaran 4,5 – 5,5 % (yoy) pada tahun 2022.

 

Tahun 2021 merupakan tahun bangkitnya perekonomian Sulawesi Utara. Setelah mengalami pertumbuhan negatif selama 3 (tiga) triwulan berturut-turut  pada  tahun  2020,  perekonomian  Sulut  tumbuh  1,87% (yoy)  pada triwulan I dan  8,49% (yoy) pada triwulan II 2021. Hadirnya, varian delta dari COVID-19 yang menyebar dengan cepat menyebabkan proses pemulihan perekonomian kembali terhambat.

 

PPKM kembali diberlakukan di Indonesia sepanjang Juli-Agustus 2021, sehingga kinerja perekonomian nasional dan daerah kembali tertahan. “Alhasil pada triwulan III, perekonomian hanya Sulut tumbuh sebesar 3,15% (yoy) bersamaan dengan melambatnya  konsumsi  masyarakat,” kata Arbonas dalam sambutannya ini.

 

Kala itu, realisasi  anggaran  pemerintah  tidak  bisa  secepat  pada  semester  I.  Demikian  pula  permintaan negara-negara mitra dagang tercatat menurun sehingga menyebabkan pertumbuhan ekspor Sulut kembali melambat pada triwulan III. Meski demikian, kami menilai perekonomian Sulut masih berada dalam arah lintasan (trajektori) perbaikan sebagaimana ditunjukkan oleh pertumbuhan kumulatif  triwulan III 2021 sebesar 4,45% (ctc).

 

Namun, memasuki triwulan IV 2021, ekonomi diprakirakan menguat seiring dengan penurunan kasus aktif COVID-19 dan percepatan vaksinasi di Sulawesi Utara. Dimana, kinerja industri dan pertanian diperkirakan tetap  positif  sejalan  dengan  tren  positif  ekspor  luar  negeri  komoditas andalan Sulut.

 

Percepatan realisasi belanja modal maupun operasional baik yang bersumber dari APBD maupun APBN juga diperkirakan akan meningkat  sesuai  dengan  pola  musimannya  dan  menjadi  salah  satu sumber  pertumbuhan  perekonomian  Sulut.  Dari data BI Sulut, sampai  dengan  September  2021  kredit berlokasi proyek di Sulut tercatat tumbuh 9,86% (yoy) dengan kualitas penyaluran  kredit  yang  terjaga  pada  rasio NPL  sebesar  2,93%.

 

Bercermin  dari  dinamika  tahun  2021,  terbatasnya  aktivitas  dan mobilitas  masyarakat  berpengaruh  signifikan  pada  proses  pemulihan ekonomi, sedangkan proses vaksinasi berperan penting dalam mengawal peningkatan aktivitas di tengah kondisi pandemi yang masih berlangsung.

 

Sejalan  pemulihan  perekonomian,  tekanan  inflasi  di  Sulawesi Utara  mengalami  peningkatan  yang  terpantau  pada  dua  kota pencatatan inflasi yaitu Manado dan Kotamobagu. “Selanjutnya  inflasi  tahun  2022  kami  perkirakan  akan  meningkat sejalan  dengan  akselerasi  pemulihan  ekonomi  daerah,” terang Arbonas lagi.

 

Dia pun menyebut tekanan inflasi untuk tahun 2022 diperkirakan masih  akan  terkendali  pada  rentang  3,0  ±  1%  (yoy)  baik  di  Manado maupun Kotamobagu. “Oleh karena itu, optimisme dan perspektif positif perlu terus diperkuat untuk menyongsong masa depan ekonomi Sulut yang lebih baik.   Mari Bersinergi. Torang Bisa,” tandasnya. (gracey wakary)

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *