Bank DBS Indonesia dan Kredivo Tingkatkan Limit Joint Financing jadi Rp1 T

JAKARTA, 12 OKTOBER 2021 – Untuk mendorong reformasi digital industri keuangan, dengan mengadopsi open banking, dan mendukung inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), maka sejak (5/10) lalu Bank DBS Indonesia (DBS Indonesia) mengumumkan pendanaan joint financing sebesar Rp1 triliun yang akan disalurkan untuk nasabah Kredivo.

 

Bacaan Lainnya

Kerjasama ini, merupakan wujud komitmen dari DBS Indonesia untuk mengadopsi open banking dengan bersinergi bersama penyelenggara jasa sistem pembayaran, fintech, atau pelaku industri digital lainnya.

 

Di sisi lain, kerja sama ini juga merupakan wujud komitmen Kredivo untuk memperluas akses kredit serta meningkatkan layanan, guna memenuhi target untuk dapat melayani puluhan juta pengguna dalam beberapa tahun ke depan.

 

“Sejak kerja sama joint financing antara Kredivo dan DBS Indonesia berjalan di September 2020, kami senantiasa berkomitmen untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan inovatif guna memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin berkembang, khususnya dalam penyaluran kredit pembiayaan pada masyarakat Indonesia.

 

Dengan ekspansi terhadap limit skema kerja sama dari Rp500 miliar menjadi Rp1 triliun kami berharap mampu menjangkau masyarakat lebih luas dan meningkatkan inklusi keuangan,” kata Consumer Banking Director Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung dalam rilis yang diterima MANADONES.

 

Kerjasama ini, disebutnya menjadi solusi pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan bagi nasabah, dengan fasilitas kredit yang mudah, cepat, dan terjangkau terutama untuk segmen masyarakat emerging affluent.

 

CEO Kredivo Indonesia, Umang Rustagi, juga menerangkan kesamaan visi antara Kredivo dan DBS Indonesia, menjadi landasan kuat dilakukannya kerja sama ini. Fasilitas joint financing yang didapatkan ini, katanya akan mempercepat pertumbuhan dan memperluas layanan serta akses kredit kepada jutaan nasabah baru di seluruh Indonesia.

 

“Selain itu, kerja sama ini merupakan bukti kepercayaan terhadap fintech dan salah satu bentuk sinergi yang nyata antara fintech dan perbankan. Lebih jauh, fasilitas kredit ini juga menjadi angin segar dan juga bukti bahwa ekonomi Indonesia terus membaik di masa pandemi ini. Kami merasa terhormat dan sangat bersemangat dapat bekerja sama dengan bank terdepan yang memanfaatkan teknologi digital dan salah satu bank terbaik di dunia,” tambahnya.

 

Dalam rilis juga disebutkan, DBS Indonesia melihat Kredivo sebagai pelopor Buy Now Pay Later di Indonesia yang memiliki jejak rekam yang baik, serta memiliki pertumbuhan bisnis yang pesat di Indonesia. Selain didukung oleh performa bisnis yang kuat selama 12 bulan terakhir. Dimana, rencana FinAccel, perusahaan induk Kredivo, juga akan go public di market Amerika Serikat (AS) melalui  special purpose acquisition company (SPAC) bersama Victory Park Capital (VPC). (graceywakary)

Pos terkait