Panen Perdana Kelompok Wanita Tani Milenial Bahoi bersama Bupati Minut

AIRMADIDI, 3 SEPTEMBER 2021 – Program paket bantuan awal, dari Bupati Joune Ganda yang berupa pembentukan kelompok wanita tani di beberapa desa, saat menjabat sebagai pemimpin Minahasa Utara (Minut) yang baru enam bulan lalu, telah menampakkan hasil.

Bacaan Lainnya

Dimana, hari ini Bupati Minut mendampingi para anggota Kelompok Wanita Tani “Milenial” dari Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat (Likbar), melakukan panen berdana cabe alias rica, yang masuk dalam gelaran Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Tahun 2021.

Panen ini termasuk unik, karena dilakukan bukanlah dilahan yang besar laiknya area pertanian umumnya, melainkan di area depan, samping dan belakang rumah warga.

“Jadi, program ini adalah program sampingan bagi warga terutama kaum wanitanya, untuk menggunakan lahan kosong di area rumah sebagai kawasan yang menghasilkan dan mampu membantu perekonomian keluarganya. Teruma saat pandemi ini, kebutuhan keluarga akan mudah ditemui di sekitar rumah kita sendiri,” jelas Bupati Joune.

Dia pun mengucapkan terimakasih pada para petani wanita binaan Kepala Desa Bahoi, Daud Dalero ini, dan terus memberikan semangat agar pertanian di kawasan rumah ini tetap terus dilakukan dan ditingkatkan.

“Saya sampaikan terima kasih kepada masyarakat di desa bahoi. Kelompok wanita tani Milenial, sudah menunjukkan kinerja yang baik, dimana sudah memberikan hasil dari bantuan yang diberikan pemerintah dan membantu meningkatkan penghasilan pangan di Desa Bahoi. Tentunya kami berharap agar setiap potensi di desa wisata ini bisa diangkat,” ungkapnya sembari menambahkan bahwa beberapa minggu lalu tiga desa di Minut, mampu meraih penghargaan tingkat nasional di ajang Trisakti Tourism Award, dan berharap Bahoi bisa mengikuti jejak ketiga desa ini sebagai desa wisata sekaligus desa pangan baik di Likbar dan Minut.

Ketua Kelompok Wanita Tani “Milenial” Desa Bahoi, Amelia Takainginan menjelaskan bahwa program bertani di rumah ini, amat mudah dan mampu membuat tambahan income bagi para ibu. “Hanya dengan menggunakan lahan rumah, kami bisa membantu keluarga kami. Menanam pun sudah disiapkan bibit oleh pemerintah, dan cara menanam bisa melalui media tanah atau cara hidroponik aias air. Bupati sangat merespon baik hasil panen ini, dan saya bangga,” kata Ketua TP PKK Bahoi ini.

Sementara itu, Kepala Desa Bahoi, Daud Dalero menyebut program para kaum wanita ini menjadi salah satu program desa nya yang terus digalakan. “Karna ini hasilnya nyata dan sangat membantu warga, terutama saat Covid –19 ini,” tambahnya. Saat ini, disebt Daud ada sekitar 20 wanita ibu di desanya yang gencar melakukan sosialisasi dan belajar bersama tentang pertanian milenial terkini. (graceywakary)

Pos terkait