Sambut Inpres Jamsostek Menko Perekonomian Dorong Perlindungan Penerima KUR Kecil

MANADONES, 6 MEI 2021 – Presiden, Joko Widodo telah mengesahkan Instruksi Presiden (Inpres), Nomor 2 Tahun 2021 terkait  Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek), BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK), kini Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian yang menyatakan dukungannya terhadap implementasi inpres.

Dukungan ini, disampaikan langsung oleh Menko Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto di sela-sela kegiatan audiensi bersama dengan Direksi dan Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK bertempat di Gedung Ali Wardhana Kementerian Perekonomian, Jakarta Pusat, belum lama ini (4/5). “Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu elemen penting dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional, sebab dengan terjaminnya perlindungan para pekerja, produktivitas mereka meningkat, sehingga perekonomian dapat segera pulih,” ujar Airlangga.

Bacaan Lainnya

Airlangga juga mengapresiasi langkah-langkah BPJAMSOSTEK, yang telah berkolaborasi dengan pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional di antaranya melalui program Bantuan Subsidi Upah dan Relaksasi Iuran. “Dua program tersebut dianggap mampu mempertahankan daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas keuangan,” tambahnya.

Dirut BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo dampingi Menko Perekonomian.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder pemerintah, terutama Kementerian, Lembaga Negara dan Pemerintah Daerah dalam mendukung Inpres 2/2021 ini. “Bentuk dukungan riil yang bisa dilakukan oleh Kementerian, Lembaga Negara dan Pemerintah Daerah selain dengan mendaftarkan pegawai Non-ASN juga dengan cara menerbitkan peraturan atau regulasi yang mendukung implementasi Inpres Nomor 2/2021,” ungkap Anggoro.

Sesuai dengan Inpres tersebut, Menko Perekonomian secara spesifik diberi mandat oleh Presiden Joko Widodo untuk melakukan upaya agar peserta Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi peserta aktif program Jamsostek dan juga menyempurnakan regulasi terkait pelaksanaan KUR.

“Berdasarkan data yang kami miliki, ada sekitar 13 juta pekerja yang masih belum terlindungi, terdiri dari penerima KUR Bank Himbara dan non-Himbara tahun 2020 hingga 2021, serta penerima Kartu Pra kerja tahun 2020  dan kuartal I 2021,” terang Anggoro.

Airlangga menuturkan bahwa pada rapat komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Senin, (3/5) yang lalu telah diputuskan beberapa perubahan kebijakan KUR, salah satunya adalah para penerima KUR kecil dapat menjadi peserta aktif program Jamsostek. “Saya harap besaran iurannya tidak memberatkan para pelaku usaha kecil tersebut,” tambah Airlangga.

Dalam kesempatan yang sama dilakukan juga penyerahan simbolis sertifikat kepesertaan oleh Direktur Utama BPJAMSOSTEK kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, serta kartu kepesertaan kepada 3 perwakilan PPNPN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri) di lingkungan Kemenko Perekonomian.

Ditempat berbeda, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado Mintje Wattu menyampaikan untuk Sulawesi Utara (Sulut), dukungan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah terkait lahirnya Inpres no 2 tahun 2021 ini sangat positif. “Kita tahu, bersama bahwa pemprov Sulut dalam hal ini gubernur sangat konsen dalam perlindungan seluruh pekerja dengan lahirnya inpres no 2 sejalan dengan program kerja beliau selama ini,” tuturnya.

Mintje, juga menambahkan, dukungan Kejaksaan Tinggi Sulut sebagai pengawas langsung yang ditunjuk dalam Instruksi Presiden no 2 sangat tinggi, karena kejaksaan agung sebagai pengawas dalam pelaksanaan inpres ini telah mengeluarkan surat edaran kesemua kejaksaan se Indonesia dalam pelaksanaan Inpres tersebut. “Kami berharap dengan adanya inpres ini, cita-cita kita untuk universal coverage tenaga kerja di Provinsi Sulut dapat tercapai dan, kami memastikan itu dengan berkoordinasi intens dan kolaborasi tanpa batas dengan elemen-elemen terkait di Sulut,” tutup Mintje. (graceywakary)  

Pos terkait