MANADONES, 23 FEBRUARI — Kelengkapan berkas dokumen gugatan warga Tomohon, Jurgen Paat pada Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Hadi Prabowo resmi dinyatakan memenuhi syarat.

Ini terungkap, dalam Sidang Dismissal yang dipimpin langsung oleh Ketua PTUN Bandung, Hakim H Andri Mosepa, didampingi Panitera Yatno. “Untuk itu, sidang berikut memasuki pokok perkara. Sidang akan dilanjutkan minggu depan, di PTUN Bandung dan para pihak akan dipanggil kembali melalui relas panggilan,” kata Mosepa seperti dalam rilis yang diterima MANADONES siang tadi.

Dalam sidang ini, tergugat diwakili oleh Kepala Biro Administrasi Kerjasama dan Hukum IPDN Jatinangor, Arief dan Kabag Hukum IPDN Jatinangor, Febriani serta enam orang lainnya. Sementara penggugat sendiri diwakili oleh kuasa hukumnya, Sofyan Jimmy Yosadi dan Nur Setia Alam. “Sejak awal kami sebagai kuasa hukum sudah siap dengan semua kelengkapan berkas dokumen yang dibutuhkan. Ini jadi langkah awal yang baik untuk memperoleh keadilan bagi klien kami,” ujar Yosadi.

Gugatan Paat, pada pimpinan tertinggi di institut pencetak calon birokrat handal dalam negeri ini bermula dari rasa ketidakadilan yang diterimanya pada tahun lalu. Putra salah pendidik ini, di depak dari IPDN karena dituduh dan disebutkan sebagai pelaku kekerasan pada sesama praja di IPDN Jatinangor, yang ternyata tidak pernah dilakukannya. Namun, pernyataan korban dan keterangan Paat atas ketidakterlibatannya pada aksi kekerasan ini berujung pada pemecatan langsung dirinya oleh rektor, sebagai praja yang sementara menimba ilmu di institut ini. Dan, langkah hukum untuk mengembalikan nama baik dan citra nya sebagai siswa yang layak mendapatkan pendidikan pun diambil dengan melakukan gugatan pada rektor. (graceywakary)

Leave a comment