TAHUNA – Salah satu institusi pendidikan bergengsi di Sulawesi utara (Sulut), yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar), memiliki terobosan sehat yang menghasilkan bagi warga menghadapi pandemi.

Terobosan, untuk gaya hidup sehat dan melindungi lingkungan ini juga mampu mengangkat perekonomian warga. Dimana, perguruan tinggi untuk Prodi Keperawatan, kali ini mengelar kegiatan pengabdian yang disebut  “PKMS,  Pemberdayaan Perilaku Membuang Sampah dan Penggunaan Sampah Plastik,  di Kampung Beng Laut  Kecamatan Tabukan Selatan Tengah. Kegiatan ini adalah pemanfaatan limbah sampah plastik untuk kerajinan tangan.

Menurut, Tim Pengabdi yang diketuai oleh Mareike Patras dan Yeaneke Tinungki ini, kegiatan pro rakyat ini mengajak warga untuk tidak menjadikan laut sebagai tempat sampah, namun mengumpulkan nya dan menjadikan sebagai bahan menarik yang bernilai ekonomis. “Jadi kami mengajarkan pada warga yang ada di Kampung Beng Laut  Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, untuk menjadi warga pesisir yang pro lingkungan dan memanfaatkan sampah sebagai benda yang didaur ulang dengan memiliki nilai jual,” jelas Patras pada MANADONES siang tadi, sambil menuturkan bahwa, menghadapi pandemi saat ini, dengan memberdayakan sekeliling bisa menjadi jawaban ekonomi keluarga, dimana sampah plastik dijadikan sebagai keranjang sampah, dan kerajinan tangan yang menarik. Tidak hanya itu, kegiatan dalam bentuk Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus, bersumber dari pembiayaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Polnustar Tahun Anggaran 2020, yang bertujuan agar masyarakat Kampung Beng Laut tidak lagi membuang sampah di pesisir pantai melainkan dapat mengolah sampah dengan baik.

Selain itu, ada juga sosialisasi penerapan protokol Corona Virus Disease -19 atau Covid -19 juga dilakukan bersamaan. Kawasan ini, juga disebut sebagai kawasan pantai pemilik sampah terbanyak. Tinungki sendiri berharap kegiatan Polnustar ini bisa mengubah gaya warga membuang sampah, mengurangi sampah plastik di laut serta membantu perekonomian keluarga mereka. “Ini menjadi pilot project kami dan akan kami gelar untuk warga Sangihe dan Sulut,” tambahnya.

Kegiatan dan sosialisasi ini sendiri, mendapat sambutan baik dari warga. “Kami berharap kegiatan positif seperti ini dapatdilakukan secara berkelanjutan guna mengedukasi masyarakat terkat pentingnya penanganan sampah plastik yang sulit didaur ulang” tandas Kapitalaung Beng Laut, Dance

Leave a comment