MANADO – Siang tadi sekitar pukul 13.45 Wita, Bandara Sam Ratulangi mendapatkan tamu  istimewa yaitu pesawat angkut milik United State Air Force (USAF) alias angkatan udara Ameriksa Serikat (AS).

Kedatangan pesawat bongsor yang memiliki empat mesin turbofan ini tentu saja langsung menarik perhatian para pengunjung dan penumpang yang ada di bandara andalan Sulawesi Utara ini. Ya, bodinya yang bongsor ini juga  membuatnya mampu membawa tank, artileri, truk, rudal dan helikopter ini buatan pabrik Pratt & Whitney. Dengan empat mesin turbofan, pesawat yang dinamai Globemaster III mampu terbang dengan kecepatan 450 knot atau setara 833 km/jam. Alhasil banyak pengunjung dan penumpang pesawat komersil yang heboh untuk mengabadikannya dalam kamera ponsel mereka. “Pesawat militer ini berbadan besar dan lebih besar dari Hercules,” ungkap Deyti Ruma salah satu penumpang pesawat tujuan Jakarta, pada media sosialnya.

Oleh Pangkalan Udara TNI AU Sam Ratulangi di Manado menjelaskan bahwa pesawat ini adalah salah satu pesawat yang akan digunakan pada kegiatan kerja sama bidang pertahanan antara TNI AU dan USAF. “Kedatangan pesawat angkut ini adalah untuk mendukung kegiatan latihan bersama yaitu Cope West 2019 yang akan dimulai 17 Juni mendatang hingga 28 Juni,” jelas Komandan Pagkalan Udara TNI AU Sam Ratulangi (Danlanudsri), Letkol Pnb Johnny Sumaryana.

Kedatangan pesawat angkut andalan angkatan udara AS ini yang sering terlibat dalam operasi kemanusiaan ini didampingi oleh tujuh crew utamanya yang dipimpin oleh Capt Rocque Gardland, 43 crew pendukung kegiatan dan kargo seberas 42.140 kg untuk Skuadron tempur F-16 USAF. “Dalam beberapa hari mendatang, akan datang pula pesawat tempur F-16 dari Skuadron 14 yang ada di Misawa Jepang” jelas Kepala Penerangan Lanudsri, Mayor Johnny G pada Manadones. Cope West 2019 ini nantinya akan menambah kemampuan para anggota aparat pertahanan kedua negara. Sekaligus untuk terus merekatkan kerja sama pertahanan, tambahnya. (gracey)

Leave a comment