TANAWANGKO — Sulawesi Utara (Sulut), dikaruniai pesona alam yang luar biasa, termasuk kawasan bawah lautnya.

Dunia mengenal Bunaken sebagai surga dive spot bawah air yang luar biasa, namun belum lama ini tim Manado Scuba bekerja sama dengan Boboca Diving Club (BDC), berhasil menambah dua spot baru yang bisa menjadi alternatif cantik untuk penyanggah Taman Laut Bunaken dan Malalayang.

Keindahan bawah laut di D’Mangatasik Tanawangko, Minahasa. (foto: Nelson Uada/BDC)

Menurut Katimang Herlambang dari Manado Scuba, spot spot diving atau area penyelaman rekreasi harus terus dieksplore dan dikembangkan. Pasalnya, dengan New Normal ini, protokol kesehatan Corona Virus Disease 19 atau Covid-19 akan membatasi aktivitas penyelam ke Bunaken dan kawasan Manado. “Eksplore kawasan baru untuk spot diving harus selalu dilakukan. Karena pada New Normal ini, pembatasan jumlah orang atau penyelam untuk melakukan aktivitas di satu kawasan pasti akan terjadi. Sejauh ini, pantai Malalayang dan Kalasey sudah menjadi area alternatif setelah Bunaken di tutup. Namun seiring waktu, saya melihat kita juga perlu spot spot baru yang mudah ditemui dan aman untuk jadi penyanggah atau alternatif setelah Bunaken atau Malalayang – Kalasey,” kata Katiman yang juga dikenal sebagai pioner pariwisata bawah laut Sulut, pada Manadones usai melakukan penyelaman di kawasan baru ini.

Rangkaian coral sehat dengan beragam corak mudah ditemui. (Foto: Nelson Uada/BDC)

Alhasil, selama sepekan putra dari penemu Taman Laut Bunaken, Lok Herlambang ini mengandeng BDC untuk survei awal kawasan perairan Minahasa yang ada Tanawangko. Hasilnya ternyata sangat memuaskan. Katiman yang dibantu underwater Fotografer Nyiur melambai serta pendiri BDC, Nelson Uada berhasil menemukan dua spot cantik yang mudah dan aman untuk dinikmati para penyelam rekreasi. “Mulai dari kedalaman dua meter kita akan menemukan rangkaian koral koral yang sehat dan penuh ikan warna warni. Dan, hingga dikedalaman 22 meter pesona cantik spot D’Mangatasik masih terlihat. Ini mungkin karena tidak ada aktivitas. Beberapa penyu sisik juga terlihat lalu lalang dikedalaman 12 meter,” tambah Uada.

Pantai cantik pasir putih yang langsung menghadap ke Manadotua dan Pulau Bunaken.

Selain itu, pesona taman laut sepanjang 300 meter ini juga makin lengkap dengan hadirnya kumpulan lumba lumba liar yang terlihat beraksi mulai pukul 06.00 WITA dan pukul 14.00 Wita di area yang tepat di depan D’Mangatasik Villa, Tanawangko. Kawasan ini sendiri, menambah daftar kawasan penyelaman yang ada di Kabupaten Minahasa sesudah Kalasey, Tateli dan Rerer. Dari titik 0 alias 0 km Manado, untuk kesini hanya dibutuhkan waktu sekitar 40 menit. Bagi para pecinta olahraga selam, jangan ragu untuk berkunjung. (graceywakary)

Leave a comment