AIRMADIDI – Pengakuan untuk disebut kerja baik, itu hal yang biasa namun pengakuan untuk Wilayah Bebas Korupsi (WBK), itu baru sesuatu yang luar biasa.

Inilah yang diungkapkan oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Sulut), Dita Prawitaningsih dalam sambutannya saat menghadiri Pencanangan Zona Integritas (ZI), menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di Kejaksaan Negeri Airmadidi siang tadi. Menurut Dita, di Sulut sendiri sudah ada dua Kejari yang  mampu meraih WBK salah satunya adalah Kejari Sangihe. “Ini semua perlu komitmen bersama dan sama sama bekerja sama dan bekerja dengan ikhlas, dan bekrja dengan cinta. WBK mungkin bukan predikat yang luar biasa, namun  ini sebuah pengakuan kerja terbaik dalam meningkatkan profesional kita. Minut pasti bisa,” kata nya, sambi mengingatkan bahwa ini adalah program dari Kejaksaan Agung.

Senada dengan Wakajati Sulut, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Airmadidi, Fanny Widiayastuti mengaku bahwa mereka saat ini dalam proses ke WBK dan percaya bahwa tahun 2020, Kejari Airmadidi yang ada di Minahasa Utara (Minut) akan mampu meraih predikat ini. “Kunci semua ini adalah kerja tim, bebas dari korupsi haus mulai dari diri kita masing masing, dan kami staf hingga para pimpinan disini akan bersama sama meraih WBK,” tegasnya, sambil disambut aplaus dari para undangan yang hadir. Komitmen ini, tambah Fanny bukan hanya sekadar lip service belaka, karena kerja mereka akan dipantau dan saling memantau. “Mari berikan yang terbaik,”tambah nya.

Diakhir kegiatan yang dihadiri juga oleh Asisten Pembinaan (Asbin) Kajati Sulut  Ahmad  Syarir Harahap, Dandim 1310 Bitung – Minut Letkol Inf Kusnandar Hidayat, Wakapolres Minut Kompol Refli Kaunang dan Ketua DPRD Minut Denny Lolong adalah pengucapan dan  penandatanganan fakta integritas dan juga penandatanganan piagam pencanangan zona integritas, dari semua jajaran staf Kejari Airmadidi. (graceywakary)

Leave a comment